TENTANG DIABETES

Penyakit Gula atau Diabetes

Diabetes dikenal juga oleh masyarakat sebagai “penyakit gula” atau “kencing manis”. Ada dua jenis diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Meski memiliki gejala yang sama, ada perbedaan di antara keduanya, baik dari penyebab maupun pengobatannya.

Type

Diabetes tipe 1

Pada diabetes tipe 1, sel-sel beta di pankreas mengalami kerusakan, sehingga produksi insulin menurun. Akibatnya, sel-sel tubuh tidak dapat mengambil gula dari darah sehingga kadar gula darah meningkat. Diabetes tipe 1 terjadi akibat gangguan autoimun, di mana antibodi yang seharusnya melindungi tubuh terhadap infeksi justru menyerang sel tubuh sendiri.

Dalam hal ini, antibodi menyerang sel beta yang terdapat di dalam pankreas. Alasan mengapa antibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta pankreas belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan faktor genetik (keturunan) dan infeksi virus tertentu, seperti virus gondongan (mumps) dan virus Coxsackie.

Umumnya, diabetes tipe 1 terjadi dan ditemukan pada anak-anak, remaja, atau dewasa muda, meski bisa terjadi pada usia berapa pun. Diabetes tipe 1 kemungkinan besar disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan patogen (bibit penyakit) malah keliru sehingga menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas (autoimun). Kekeliruan sistem imun pada tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor genetik dan paparan virus di lingkungan. Sering kali penyandang DM tipe 1 memerlukan terapi insulin seumur hidup untuk mengendalikan gula darahnya

Diabetes tipe 2

Secara umum, jenis diabetes ini dapat menyerang siapa saja pada semua kalangan usia. Namun, diabetes tipe 2 biasanya lebih mungkin terjadi pada orang dewasa dan lansia karena faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang gerak dan kelebihan berat badan.

Pemeriksaan HbA1c merupakan pemeriksaan yang paling ideal karena dapat memberikan informasi kadar rata-rata gula darah pasien selama 2–3 bulan terakhir. Untuk memastikan apakah pasien menderita diabetes tipe 1 atau tipe 2, dokter akan menganjurkan pemeriksaan antibodi untuk mendeteksi kadar antibodi yang menyerang sel-sel beta di dalam pankreas. Pemeriksaan antibodi ini dapat membedakan diabetes tipe 1 dan tipe 2 karena antibodi tersebut hanya dapat ditemukan pada penderita diabetes tipe 1.

Diabetes tipe 3

Suatu studi dari jurnal Neurology menunjukkan risiko Alzheimer dan demensia bisa berkali lipat lebih tinggi pada penderita diabetes dibandingkan dengan individu yang sehat. Dijelaskan dalam studi tersebut hubungan antara diabetes dan Alzheimer sebenarnya merupakan hal yang kompleks.

Penyakit Alzheimer pada penderita diabetes kemungkinan disebabkan oleh resistensi hormon insulin dan tingginya kadar gula dalam darah sehingga menyebabkan kerusakan dalam tubuh, termasuk kerusakan sel-sel otak. Kematian sel-sel otak tersebut disebabkan otak tidak memperoleh glukosa yang cukup. Padahal, otak adalah organ vital tubuh yang paling banyak memerlukan gula darah (glukosa)..

Diabetes tipe 4

Sebagian besar wanita tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami diabetes jenis ini karena seringnya diabetes gestasional tidak memunculkan gejala dan tanda yang spesifik. Kabar baiknya, kebanyakan wanita yang mengalami jenis diabetes ini akan sembuh selepas melahirkan.

Menurut American Pregnancy Association, klasifikasi diabetes ini muncul karena plasenta ibu hamil akan terus menghasilkan sebuah hormon khusus. Nah, hormon inilah yang menghambat insulin bekerja dengan efektif. Akibatnya, kadar gula darah Anda pun menjadi tidak stabil selama kehamilan.

Agar tidak menimbulkan komplikasi, ibu hamil yang mengalami jenis diabetes melitus ini perlu mengecek kesehatan dan kehamilannya secara rutin. Selain itu, gaya hidup perlu diubah jadi lebih sehat.